• Januari 24, 2024
Hamas Minta Rumah Sakit di Gaza Dijaga

Hamas Minta Rumah Sakit di Gaza Dijaga dari Serangan Israel

Hamas Minta Rumah Sakit di Gaza Dijaga

Hamas menyerukan terhadap PBB, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan WHO agar langsung menyita cara cepat untuk melindungi komplek tempat tinggal sakit Nasser dan tempat tinggal sakit al-Amal di Khan Yunis, lokasi selatan Gaza. Wilayah tersebut didalam pengepungan Israel.

Dalam sebagian hari terakhir, drone-drone Israel mengincar sejumlah tempat tinggal sakit. Sedangkan militer Israel konsisten menjatuhkan bom dari udara dan melepas tembakan ke daerah tempat tinggal sakit. Kondisi ini membahayakan nyawa pasien, tenaga kebugaran dan ribuan warga yang mengungsi. “Kami menyerukan terhadap PBB dan institusi-institutsinya, ICRC dan WHO agar langsung menyita cara nyata dan memenuhi tanggung jawab mereka,” demikianlah info Hamas.

Hamas didalam keterangannya memberi tambahan mengincar tempat tinggal sakit dengan sengaja dan berkesinambungan adalah kejahatan perang yang terdokumentasi, di mana seluruh dunia melihat dan ini bagian dari genosida yang sistematis terhadap warga di Jalur Gaza. Serangan ke Gaza ini, mendapat bantuan penuh dari Amerika Serikat – mitra didalam segala kejahatan dan kekerasan ini.

Sebelumnya terhadap Selasa, 23 Januari 2024, Kementerian Kesehatan Palestina lokasi Gaza memperlihatkan militer Israel telah mengisolasi komplek tempat tinggal sakit Nasser. Kondisi ini telah mempersulit transfer untuk kasus-kasus gawat muncul dari tempat tinggal sakit ini.

Sedangkan Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) terhadap Selasa, 23 Januari 2024 memperingatkan Jalur Gaza bakal kehabisan berdarah sampai mati sebab akses kemanusiaan ke lokasi itu ditutup (oleh Israel). Penolakan akses kemanusiaan masuk Gaza berulang kali serupa dengan menghalang-halangi operasi penyelamantan jiwa.

Israel telah melancarkan serangan mematikan ke Jalur Gaza sejak terjadi serangan lintas-perbatasan oleh Hamas, yang diklaim Tel Aviv menewaskan 1.200 orang. Akan tetapi, surat kabar Haaretz mewartakan sejumlah helikopter dan tank-tank militer Israel sendiri yang faktanya membunuh sekitar 1.139 tentara dan warga sipil yang kemudian diklaim Israel dibunuh oleh Hamas.

Otoritas kebugaran Palestina menyebut setidaknya 25.490 warga Palestina terbunuh, yang kebanyakan perempuan dan anak-anak. Sebanyak 63.354 orang mengalami luka-luka.Menurut PBB, serangan Israel telah mengakibatkan 85 % populasi Gaza jadi pengungsi di tengah kekurangan bahan makanan, air bersih dan obat-obatan. Sekitar 60 % infrastruktur di Gaza rusak atau amat remuk.