• Mei 12, 2024

Indonesia Kali Ini Sangat Membanggakan Di Ajang Kampiun Dapat Meraih Kejuaraan Dunia

Indonesia berhasil menjadi kampiun awam pada ajang Hulic Daihatsu BWF Para Badminton World Championship 2022. Capaian ini didapat setelah tim Merah-Putih merebut enam medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Predikat kampiun awam didapat Indonesia setelah melalui partai final yang berlangsung di Yoyogi National Stadium First Gymnasium, Tokyo, Jepang, Pekan (6/11). Pada ajang ini, Indonesia diperkuat 13 orang atlet.

Emas pertama Indonesia disumbangkan oleh ganda campuran SH6, Subhan/Rina Marlina. Mereka kapabel mengalahkan pasangan asal Peru, Nilton Quispe Ignacio/Carmen Giuliana Poveda Flores. Subhan/Rina menang dua gim langsung 21-9 21-15.

Sementara itu, ganda putri andalan Indonesia, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah Sukohandoko yang turun di nomor SL3-SU5 berhasil menyampaikan emas kedua. Mereka mengalahkan wakil Prancis, Lenaig Morin/Faustine Noel berakhir bermain tiga gim 21-14 16-21 21-13.

Berhasil di sektor ganda campuran bersama Subhan, mendongkrak motivasi Rina Marlina untuk merebut slot spaceman emas kedua baginya. Dia kapabel memenuhi sasaran dengan mendonasikan emas ketiga untuk Indonesia pada nomor tunggal putri SH6, berakhir mengalahkan Carmen Giuliana Poveda Flores (Peru), 21-14 21-14.

Rina berakhir perlombaan mengaku sungguh-sungguh berterima kasih atas hasil yang diraihnya. Sebab, ajang ini ialah kali pertama yang diikuti Rina

“Alhamdulillah, bisa merebut dua medali emas di kejuaraan dunia ini. Aku sungguh-sungguh bersuka ria karena ini ialah kejuaraan dunia pertama aku di luar negeri dan kapabel merebut dua medali emas,” kata Rina

Wanita kelahiran Tasikmalaya hal yang demikian menerangkan lawan yang dihadapinya memiliki pengalaman yang luar awam. Pun, ini ialah pertemuan pertama mereka.

“Beberapa besar lawan yang aku hadapi di sini ialah pemain yang belum pernah aku hadapi sebelumnya. Kebahagiaan aku semakin lengkap karena dua medali emas di Jepang ini ialah kado ulang tahun aku pas pada bulan ini,” ujarnya.

Disamping itu, pasangan ganda putra SL3-SL4, Hikmat Ramdani/Ukun Rukaendi kapabel bangkit dari ketertinggalan di gim pertama untuk mengalahkan pasangan India, Pramod Bhagat/Manoj Sarkar, 14-21 21-18 21-13. Kemenangan Hikmat/Ukun mendonasikan emas keempat bagi kontingen Merah-Putih.

Koleksi emas Indonesia kembali bertambah melalui Dheva Anrimusthi/Hafizh Briliansyah Prawiranegara. Mereka menang atas pasangan Malaysia, Moh Faris Ahmad Azri/Cheak Liek Hou di ganda putra SU-5. Dheva/Hafiz unggul 21-13 21-12 atas Faris/Cheak.

Kemudian, emas keenam bagi Indonesia disumbangkan Fredy Setiawan/Khamlimatus Sadiyah (ganda campuran SL3-SU5) yang menang atas ganda Thailand, Siripong Teamarrom/Saensupa Napiada 21-15 21-12.

Pelatih Para-Bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo menyebut hasil ini diluar dari sasaran yang diusung. Justru, Jarot mengungkapkan hanya menargetkan merebut 4 emas.
“Keberhasilan merebut enam medali emas dan menjadi kampiun awam di kejuaraan dunia ini ialah sasaran yang ditentukan oleh NPC Indonesia. Mulanya kita hanya memasang sasaran minimal menyamai pencapaian kejuaraan dunia tahun 2018 di Swiss ialah empat medali emas,” tuturnya