• Mei 12, 2024

TikTok Akan Beri Label Khusus untuk Konten Buatan AI, Bentuk Transparansi ke Pengguna

TikTok dilaporkan akan mulai memberikan label khusus untuk video yang dijadikan oleh AI. Perbuatan ini ialah upaya supaya pengguna tak terkecoh dengan video yang sekilas mirip dengan tokoh atau tempat di dunia kongkret.

Aturan TikTok ini akan mengharuskan pembuat konten memberikan pengingat kepada pengguna seandainya konten yang ditonton ialah video buatan kecerdasan buatan (AI).

Kendati demikian, kebijakan itu kemungkin susah untuk direalisasi, karena kreator biasa menerapkan software AI pihak ketiga.

Untuk itu, mengamati kemungkinan ada kreator yang tak menuruti peraturan tersebut, TikTok akhirnya berprofesi sama dengan perusahaan Content Credentials untuk memberikan label kepada konten yang dijadikan menerapkan AI.

Content Credentials ialah berita komputerisasi yang berhubungan dengan konten kreatif, seperti gambar atau video, yang menghadirkan rinci perihal asal-usulan, pembuat konten, dan perubahan pada konten tersebut.

Dikutip dari Engadget, Pekan (12/5/2024), Content Credentials menghadirkan solusi untuk melacak joker gaming asal-usulan gambar AI yang dipakai selama progres pengeditan konten, bagus berupa foto maupun video serta diunggah ke aplikasi TikTok.

Asal dari konten tersebut dapat dipandang oleh pengguna, seandainya mereka menemukan konten AI pada platform yang menyokong teknologi dari Content Credentials.

TikTok menyuarakan, mereka akan menjadi platform video pertama yang menyokong pemberian label konten AI dari Content Credentials. Melainkan, perlu beberapa waktu supaya label ini akan dipakai di lebih banyak pengguna.

Sedangkan fitur ini bermanfaat supaya pengguna tak terkecoh dengan konten AI, sekalian melindungi kreator orisinil, pengaplikasian label AI tak semudah kedengarannya.

OpenAI mencatat di halaman dukungannya seandainya teknologi ini bukan solusi terbaik mencegah perluasan konten AI, apalagi metadata yang dimiliki dapat dengan mudah dihapus bagus secara tak sengaja maupun sengaja.

Label AI juga tak akan tepat sasaran seandainya orang tak mengamati, malah tak peduli kepada label pengingat itu. TikTok mengatakan pihaknya juga memiliki rencana untuk mengatasi hal tersebut.

Untuk itu, perusahaan menyuarakan berpartneran dengan organisasi pengecekan fakta MediaWise dan organisasi hak asasi manusia Witness dalam serangkaian kampanye literasi media untuk mengedukasi pengguna TikTok soal pelabelan ini.